Kamu percaya gak, kalau ada sebuah kota yang bisa membuat kamu merasa seolah-olah baru saja melangkah keluar dari mesin waktu dan mendarat di abad ke-14? Yup! Kota itu adalah Bruges. Terletak di wilayah Flanders, Belgia, menjelajahi Bruges adalah sebuah perjalanan menyusuri monumen hidup dari kejayaan masa lalu Eropa.
Wisatawan sering menjuluki kota ini sebagai ‘Venesia dari Utara’ karena kombinasi langka antara kanal-kanalnya yang tenang. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Bruges menyuguhkan arsitektur abad pertengahan yang terjaga selama ratusan tahun. Keasliannya menjadikan kota ini salah satu destinasi paling menawan dan terawat di dunia.
Rahasia Awet Mudanya Arsitektur Bruges

Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana sebuah kota bisa tetap terlihat orisinal meski telah melewati berbagai era perang dan modernisasi? Rahasia Bruges justru terletak pada “masa sulitnya” di masa lalu.
Pada abad ke-12 hingga ke-15, Bruges adalah pelabuhan dagang internasional yang sangat kaya. Namun, seiring berjalannya waktu, saluran air Zwin yang menghubungkan kota ini ke laut mulai mengalami pendangkalan. Perdagangan besar beralih ke Antwerpen, dan Bruges pun “terlupakan” oleh kemajuan zaman selama hampir empat abad. Ketertinggalan ekonomi ini justru menjadi berkat terselubung karena bangunan-bangunan tua abad pertengahan tetap berdiri tegak tanpa terusik. Kini, menjelajahi Bruges di Belgia memberikan pengalaman unik melihat kota sejarah yang masih utuh dan terjaga hingga akhirnya dunia menyadari nilai sejarahnya yang tak ternilai.
Markt dan Belfry

Titik awal terbaik untuk memahami kemegahan Bruges adalah Markt (Alun-alun Pasar). Di sini, bangunan-bangunan dengan arsitektur Guildhall yang megah akan mengelilingi kamu. Namun, perhatian kamu pasti akan langsung tertuju pada Belfry of Bruges, menara lonceng raksasa setinggi 83 meter yang mendominasi cakrawala kota.
Bagi mereka yang cukup berani, menaiki 366 anak tangga menuju puncak menara adalah sebuah keharusan. Dari atas, kamu bisa menikmati pemandangan panorama Bruges yang tampak seperti kota mainan di bawah sana. Setiap 15 menit, kamu juga bisa mendengar dentuman merdu dari 47 lonceng karilion yang telah menghibur warga kota sejak berabad-abad lalu.
Hanya beberapa langkah dari Markt, kamu akan menemukan Burg Square; sebuah alun-alun tempat Balai Kota (Stadhuis) bergaya Gotik yang mewah berdiri megah mengelilingi area tersebut, bersama Basilica of the Holy Blood yang menyimpan relik—benda yang sangat penduduk setempat hormati.
Romantisme Kanal dan Danau Cinta

Menikmati Bruges tidak lengkap tanpa menyusuri kanal-kanalnya menggunakan perahu kayu kecil. Dari permukaan air, kamu bisa melihat sisi lain kota, yaitu jembatan batu rendah, tanaman ivy yang merambat di dinding bata, dan pepohonan yang dahan-dahannya menjuntai hingga menyentuh air.
Setelah menyusuri kanal, berjalanlah menuju sisi selatan kota ke sebuah tempat bernama Minnewater atau Lake of Love (Danau Cinta). Taman rimbun dan legenda romantis tentang sepasang kekasih yang tragis mengitari danau ini. Di sini, kamu akan melihat puluhan angsa putih yang berenang dengan tenang. Angsa-angsa ini adalah simbol kota Bruges; hukum lokal telah melindungi mereka sejak tahun 1488.
Tepat di samping danau, terdapat Begijnhof, kompleks perumahan putih yang sunyi yang dulunya merupakan tempat tinggal bagi para wanita religius (Beguines). Suasana di Begijnhof sangat kontras dengan keramaian pusat kota, menawarkan kedamaian yang mendalam.
Surga Bagi Pecinta Cokelat dan Bir

Selain sejarah dan arsitekturnya, Bruges adalah kiblat bagi para penikmat kuliner. Belgia terkenal dengan cokelatnya, dan di Bruges, kamu akan menemukan lebih dari 50 toko cokelat artisan di setiap sudut jalan. Aroma cokelat panggang akan terus menggodamu saat berjalan di antara toko-toko seperti The Chocolate Line atau Dumon.
Bagi pecinta minuman, jangan lewatkan kunjungan ke De Halve Maan, satu-satunya pabrik bir yang masih beroperasi di pusat kota. Keunikan pabrik ini adalah mereka memiliki pipa bir bawah tanah sepanjang 3 kilometer yang mengalirkan bir langsung dari pabrik ke fasilitas pembotolan di luar kota demi menjaga ketenangan jalanan berbatu dari truk-truk besar.
Kesimpulan
Keunikan utama kota ini terletak pada tata kotanya yang terjaga orisinalitasnya selama ratusan tahun, memberikan pengalaman seperti berada di dalam negeri dongeng. Kamu bisa menikmati ketenangan kanal dan arsitektur bangunan bata merah yang ikonik, yang menjadikannya salah satu destinasi paling unik di Eropa.
Menariknya, kamu bisa menikmati keindahan jalanan, jembatan tua, dan suasana kanal di Bruges secara gratis tanpa perlu membayar biaya masuk kawasan. Kamu bebas berjalan kaki mengeksplorasi setiap sudut kota tanpa biaya apa pun.
Objek wisata seperti museum dan menara lonceng biasanya buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 18.00. Bruges merupakan destinasi populer, jadi sebaiknya datanglah di pagi hari untuk menikmati udara segar dan suasana tenang sebelum kerumunan wisatawan tiba. Kota ini menawarkan atmosfer romantis bagi pasangan sekaligus wisata sejarah yang terjangkau bagi keluarga.Selain kaya akan sejarah, Bruges adalah surga buat kamu yang suka hunting foto. Setiap sudutnya, mulai dari pantulan bangunan di permukaan kanal hingga jembatan batu yang estetik, sangat instagrammable. Jadi selain menambah wawasan sejarah, kamu juga bisa pulang dengan banyak foto keren untuk kenang-kenangan atau koleksi feed media sosial yang terlihat sangat klasik.

