Struktur kalimat dasar bahasa Belanda biasanya dimulai dengan pola subjek diikuti kata kerja. Namun, ternyata urutan ini akan sering berubah secara tiba-tiba dalam percakapan sehari-hari. Inilah fenomena Inversie atau inversi, di mana posisi subjek dan kata kerja saling tukeran tempat.
Aturan ini seringkali menjadi salah satu bagian tersulit dalam mempelajari bahasa Belanda. Padahal, inversi adalah cara untuk menciptakan variasi kalimat supaya tak terdengar membosankan bagi pendengar. Kalau kamu tidak menguasai inversi, kamu akan cenderung memulai sebuah kalimat dengan kata “ik” secara terus menerus. Ini akan membuatmu terdengar kaku bagi penutur asli.
Yuk kita pelajari 3 kondisi utama yang memicu terjadinya pertukaran posisi antara subjek dan kata kerja. Baca sampai habis, ya!
Keterangan Waktu dan Tempat

Kondisi utama pemicu inversi adalah ketika kamu memulai kalimat dengan kata keterangan atau bijwoord. Dalam bahasa Belanda, jika sebuah kalimat tidak dimulai dengan subjek, maka kata kerja harus ada di posisi kedua. Ini akan membuat subjek pindah di posisi ketiga tepat setelah kata kerja.
Yuk, langsung kita praktekkan. Kalimat normalnya adalah “Ik ga morgen naar Amsterdam” (Aku akan pergi ke Amsterdam besok) dengan subjek di depan. Ketika kamu ingin menekankan keterangan waktu, maka kalimatnya berubah menjadi, “Morgen ga ik naar Amsterdam” (Besok aku akan pergi ke Amsterdam).
Aturan ini juga berlaku jika kamu memulai kalimat dengan keterangan tempat. Contoh, “Hier wonen ik al twee jaar” (Di sini, aku udah tinggal selama 2 tahun).
Bagaimana, gampang, kan? 😀
Kalimat Tanya dan Kalimat Perintah

Inversi juga adalah aturan standar yang kita gunakan untuk membentuk sebuah kalimat tanya. Saat kita ingin menanyakan sesuatu yang membutuhkan jawaban “iya” atau “tidak”, maka kata kerja harus kita letakkan di posisi pertama. sedangkan subjek berada tepat setelah kata kerja.
Yuk, kita praktekkan! misal, kamu ingin menanyakan hobi seseorang, kamu bisa bertanya, “Speel je graag voetbal?” (Apakah kamu suka bermain sepeda?).
Perlu kita perhatikan pula bahwa subjek jij atau je akan kehilangan huruf “t” pada kata kerja saat terjadi inversi. Contoh lainnya, “Loop je naar huis?” (Apakah kamu berjalan ke rumah?), bukan “Loopt je”. Aturan kehilangan huruf “t” hanya berlaku untuk kata ganti orang kedua tunggal dalam posisi pertanyaan saja.
Inversi Setelah Anak Kalimat yang Mendahului Kalimat Utama
Selanjutnya, kondisi ketiga, yakni ketika sebuah kalimat majemuk dimulai dengan anak kalimat atau bijzin. Jika anak kalimat kita letakkan di bagian depan, maka seluruh anak kalimat tersebut akan menjadi elemen pertama dalam kalimat. Oleh karna itu, kalimat utama yang mengikutinya harus kita mulai dengan kata kerja untuk mempertahankan posisi kedua bagi predikat. Struktur ini sering di jumpai dalam kalimat yang menyatakan sebab akibat atau pengandaian dengan menggunakan konjungsi seperti als.
Yuk, kita lihat contoh penerapannya, “Als het regent, blijven we thuis” (Ketika hujan tiba, kita tinggal di rumah). Di sini, kita menggunakan kata kerja “blijven” sebelum menyebutkan subjek “we”.
Kesimpulan
Intinya, aturan inversi adalah mekanisme fundamental dalam bahasa Belanda yang menukar posisi subjek dan kata kerja utama. Inversi terjadi secara umum pada kalimat yang dimulai keterangan waktu atau tempat. Selain itu, pertukaran posisi juga terjadi ketika kita ingin membentuk kalimat tanya serta kalimat perintah. Penggunaan kalimat inversi juga meluas pada kalimat majemuk di mana anak kalimat mendahului kalimat utama.
Semoga artikel ini membantu, ya! :^)

