Salah satu tantangan tersendiri dalam mempelajari bahasa Belanda adalah pada bagian perubahan kata kerja masa lampau atau Onvoltooid Verleden Tijd. Banyak dari pembelajar bahasa belanda sering keliru kapan menggunakan akhiran -te atau -de.
Tenang,, bahasa belanda memiliki rumus kuno untuk memecahkan masalah ini, yaitu aturan ‘t Kofschip. Nah, dengan memahami konsep ini, kamu gak perlu lagi, tuh menghafal tiap kata satu persatu. Yuk, baca artikel ini sampai habis!
Filosofi

Sebetulnya, aturan Kofschip adalah rumus yang digunakan untuk menghafal kumpulan konsonan tak bersuara dalam bahasa Belanda. Huruf-huruf penting dalam akronim ini adalah T, K, F, S, CH, dan P. Konsonan ini memiliki karakteristik tersendiri saat berinteraksi dengan akhiran kata keja. Jika akar sebuah kata kerja berakhir dengan salah satu huruf tersebut, maka itu akan memengaruhi bunyi akhirannya.
Seiring perkembangan bahasa, para ahli kemudian menambahi huruf X dalam rumus ini. Jadi, aturan ini mereka ubah dengan nama ‘t Kofschip-x. Fungsi utamanya adalah menjaga konsistensi fonetik antara akar kata dan imbuhan yang mengikutinya di masa lalu. Kamu harus memahami daftar huruf ini sebelum melangkah ke proses perubahan kata secara teknis.
Langkah Krusial Menentukan Akar Kata

Kesalahan yang paling umum dalam menerapkan aturan ini adalah menentukan huruf terakhir yang harus diperiksa. Kebanyakan orang langsung memeriksa huruf terakhir dari kata kerja utuh. Padahal itu salah. Kamu harus tau dulu apa itu stem (akar kata) terlebih dahulu. Caranya, kamu ambil dahulu kata kerja dasar dan membuang akhiran -en yang biasanya ada di belakang.
Contoh, “werken”. Setelah kamu buang “-en” nya, kamu akan mendapatkan kata “werk”. Nah, bisa disimpulkan bahwa ia memiliki akhiran “K”. Sekarang cocokkan pada daftar huruf yang ada di aturan ‘t Kofschip tadi. Kalau huruf tersebut ada di daftar, maka kata tersebutakan menggunakan akhiran huruf “T”. Sebaliknya, kalau tidak ada, maka akhiran yang digunakan adalah “D”.
Gimana? Gampang, bukan? 😀
Penerapan Akhiran pada Bentuk Lampau dan Partisip

Nah, setelah kamu berhasil mencocokkan huruf terakhir kata kerja dengan aturan ‘t Kofschip, saatnya kita berikan imbuhan yang tepat. Untuk kata-kata yang termasuk dalam kategori ‘t Kofschip, kamu akan menambahkan akhiran “-te” untuk bentuk tunggal dan “-ten” untuk bentuk jamak. Kelompok ini dikenal kelompok kata kerja “keras” karena bunyi konsonannya tajam.
Sementara itu, untuk kata kerja yang akar kata akhirannya berakhir dengan huruf lembut, maka kamu harus menambahkan “-de” dan “-den”.
Prinsip yang sama juga berlaku untuk kata kerja bentuk ketiga (Voltooid Deelwoord). Bedanya, pilihannya adalah menggunakan akhiran kata “T” atau “D”. Jika akar kata aslinya sesuai dengan ‘t Kofschip, maka pastikan kata kerja tersebut berakhir dengan “T”.
Contoh.
1. Kelompok ‘t Kofschip (Menggunakan T)
– Kata kerja: Werken (Bekerja) – Akar kata: Werk (Akhiran K)
Bentuk lampau: “Ik werkte” (Aku bekerja)
Bentuk Partisip: “Ik heb gewerkt” (Aku telah bekerja)
– Kata kerja: Hopen (Berharap) – Akar kata: Hop (Akhiran P)
Bentuk lampau: “Wij Hoopten” (Kami berharap)
Bnetuk Partisip: “Wij hebben gehoopt” (Kami telah berharap)
2. Kelompok di luar ‘t Kofschip (Menggunakan D)
– Kata kerja: Spelen – Akar kata: Spel (Akhiran L)
Bentuk Lampau: “Jij speelde” (Kamu bermain)
Bentuk Partisip: “Jij hebt gespeeld” (Kamu telah bermain)
– Kata Kerja: Leren (Belajar) – Akar kata: Ler (Akhiran R)
Bentuk Lampau: “Zij leerden” (Mereka belajar)
Bentuk Partisip: “Zij hebben geleerd” (Mereka telah belajar)
Kesimpulan
Gimana, gampang, kan? Menguasai aturan ‘t Kofschip ini penting banget, lho demi kefasihan bahasa Belanda kamu. Rumus ini akan menghilangkan keraguan saat kamu harus menyusun kalimat tentang masa lalu. Fokuslah pada penguasaan daftar konsonan utamanya agar kamu gak bingung saat menghadapi kosakata baru yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya.
Yuk, mulai sekarang praktikkan aturan ini pada kata kerja yang berbeda-beda supaya makin mahir. Teruslah berlatih dan jangan takut salah.

