Banyak orang memiliki tumpukan buku yang belum dibaca karena merasa tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikannya. Di sisi lain, kebutuhan untuk terus memperbarui pengetahuan menjadi semakin mendesak.
Masalah utamanya adalah pada metode membaca yang kita gunakan sejak bangku sekolah, bukan kekurangan waktu. Guru mengajarkan kita untuk membaca setiap kata secara linier dari awal hingga akhir, seolah-olah setiap kata memiliki bobot kepentingan yang sama. Padahal, untuk buku-buku non-fiksi atau pengembangan diri, ide-ide kunci sering kali hanya menempati sebagian kecil dari total halaman.
Teknik Inspeksi

Langkah pertama untuk menamatkan buku dengan cepat adalah melakukan inspeksi menyeluruh sebelum mulai membaca paragraf pertama. Habiskan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk membaca judul, subjudul, daftar isi, dan ringkasan di sampul belakang. Proses ini mirip dengan melihat peta sebelum memulai perjalanan, yang dimana kamu perlu tahu ke mana penulis ingin membawamu.
Ketika kamu memahami struktur buku, otakmu akan mulai membentuk kerangka berpikir. Saat kamu mulai masuk ke isi, otak tidak lagi meraba-raba informasi baru secara buta, melainkan tinggal mengisi celah-celah dari kerangka yang sudah kamu bangun sebelumnya. Hal ini secara drastis meningkatkan kecepatan pemrosesan informasi tanpa mengurangi pemahaman.
Menghilangkan Sub-Vokasi dan Penggunaan Petunjuk

Salah satu hambatan terbesar dalam membaca cepat adalah sub-vokalisasi, yaitu kebiasaan mengucapkan setiap kata di dalam hati saat membaca. Kebiasaan ini membatasi kecepatan bacamu setara dengan kecepatan bicara, padahal otak mampu memproses visual jauh lebih cepat daripada suara.
Untuk menguranginya, cobalah gunakan jari atau pena sebagai penunjuk (pacer). Gerakkan penunjuk tersebut di bawah baris kalimat sedikit lebih cepat daripada yang biasanya kamu baca. Mata akan terpaksa mengikuti gerakan penunjuk, dan fokusmu akan terkunci pada aliran teks. Teknik sederhana ini akan meningkatkan kecepatan membaca, dan mengurangi kebiasaan mata melompat kembali ke kalimat sebelumnya (regression) yang sering membuang waktu.
Teknik Skimming dan Scanning

Membaca cepat menuntutmu untuk menjadi pembaca yang selektif. Fokuslah pada awal dan akhir setiap paragraf, karena biasanya di sanalah kalimat utama berada. Kalimat-kalimat di tengah paragraf sering kali berupa ilustrasi, data pendukung, atau pengulangan yang bisa kamu baca sekilas jika sudah memahami poin utamanya.
Jika kamu menemukan bagian yang sudah kamu pahami atau tidak relevan dengan kebutuhanmu, jangan ragu untuk melompatinya. Kehilangan beberapa detail kecil tidak berarti kamu kehilangan makna buku secara keseluruhan. Tujuan utamanya adalah menangkap “pesan besar” dan ide-ide aplikatif yang ingin disampaikan oleh penulis.
Mencatat Poin Selama Membaca

Agar makna buku tidak menguap begitu saja setelah ditamatkan, siapkan catatan kecil di sampingmu. Jangan menyalin kalimat panjang, cukup tuliskan kata kunci atau konsep penting dalam bentuk poin-poin. Kamu bisa menggunakan teknik active recall dengan mencoba merangkum setiap bab dalam satu kalimat setelah selesai membacanya akan sangat membantu memperkuat memori.
Ketika kamu melakukan cara ini, kamu tidak hanya sekadar memindahkan teks dari buku ke mata, tetapi benar-benar memprosesnya di dalam otak. Catatan ini juga berfungsi sebagai “pintu masuk” jika di kemudian hari kamu ingin meninjau kembali isi buku tanpa harus membacanya dari awal lagi.
Lingkungan Bebas Distraksi

Membaca satu buku dalam semalam membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi yang tidak boleh terputus. Maka dari itu, pastikan ponselmu berada di ruangan lain atau dalam mode “jangan ganggu”. Gangguan sekecil apa pun, seperti notifikasi media sosial, dapat menghancurkan kondisi flow yang sedang kamu bangun. Atur pencahayaan yang nyaman dan pastikan kamu dalam posisi duduk yang tegak agar tidak mudah mengantuk. Jika memungkinkan, gunakan musik latar tanpa lirik yang tenang untuk membantu menutupi kebisingan di sekitar.
Lingkungan yang terkendali akan memungkinkanmu untuk masuk ke dalam zona fokus yang mendalam, di mana waktu seolah berjalan lebih cepat dan pemahamanmu terhadap teks menjadi lebih tajam.
Kesimpulan
Kelebihan dari metode membaca cepat ini adalah kamu tidak lagi melihat buku sebagai beban yang menakutkan, melainkan sebagai sumber inspirasi yang bisa kamu kuasai dalam waktu singkat. Jika kamu mengombinasikan teknik inspeksi, penghilangan sub-vokalisasi, dan pembacaan strategis, kamu bisa menamatkan satu buku dalam semalam tanpa harus kehilangan inti pesan yang disampaikan penulis. Metode ini sangat cocok bagi kamu yang ingin belajar banyak hal baru secara mandiri tanpa harus terikat pada jadwal kursus yang kaku.
Mulailah berlatih dengan satu buku malam ini, dan temukan betapa banyaknya informasi yang bisa kamu serap hanya dalam hitungan jam.

