Mengenal Separable Verbs, Kata Kerja yang Bisa Terbelah dalam Bahasa Belanda

Mengenal Separable Verbs, Kata Kerja yang Bisa Terbelah dalam Bahasa Belanda

Saat kita mempelajari bahasa asing, pasti ada aja kejutan uniknya. Tak terkecuali saat mempelajari bahasa Belanda. Salah satu fenomena yang paling menarik bagi pembelajar adalah adanya scheidbare werkwoorden alias kata kerja yang bisa terbelah. Kata kerja kok bisa terbelah?

Nah, biar kamu gak bingung, kata kerja jenis ini terdiri dari sebuah awalan atau prefix yang menempel pada kata kerja dasar tertentu. Keunikan muncul ketika kata kerja ini kita gunakan dalam kalimat sederhana, yang di mana awalan tersebut harus berpisah dari induknya. Awalan tersebut akan “melompat” ke posisi paling akhir dalam struktur kalimat yang sedang kamu susun.

Penasaran akan separable verbs lebih lanjut? Yuk, baca artikel ini sampai habis! 😀

Pemisahan Awalan dalam Kalimat Sederhana

Pemisahan Awalan dalam Kalimat Sederhana

Dalam sebuah kalimat pernyataan sederhana, kata kerja dasar akan tetap berada di posisi kedua sebagai predikat utama kalimat tersebut. Sementara itu, awalan yang sebelumnya menempel harus dilepaskan dan diletakkan di posisi paling ujung sebelum tanda titik penutup.

Biar gak bingung, yuk langsung kita terapkan. Kita ambil contoh kata kerja “opstaan” artinya bangun tidur. Kata ini terdiri dari awalan “op” dan kata kerja dasar “staan”. Contoh kalimat, “Ik sta om zeven uur op” (Aku bangun pada jam 7). Bisa dilihat bahwa kata “sta” menempati posisi kedua sedangkan “op” ada di bagian akhir kalimat.

Contoh lainnya adalah “schoonmaken” yang artinya membersihkan. Ia akan terbelah saat kita gunakan untuk mendeskripsikan sebuah aktivitas rutin. Misal, “Zij maakt de keuken schoon” (Dia membersihkan dapur).

Penempatan Kata Kerja saat Bertemu Modal Werkwoorden

Penempatan Kata Kerja saat Bertemu Modal Werkwoorden

Aturan pemisahan kata kerja sebelumnya akan berubah drastis jika kamu menggunakan kata kerja modal atau modal werkwoorden. Jika kamu menggunakan kata seperti, “wil” (ingin), “kan” (bisa), atau “moet” (harus), maka kata kerja utama tidak akan terbelah. Melainkan, kata kerja modal akan menempati posisi kedua sedangkan kata kerja yang bisa dipisah tetap utuh. Seluruh bagian kata kerja tersebut, termasuk awalannya akan pindah ke posisi akhir kalimat.

Yuk, kita terapkan! Misal, kamu ingin menelpon seseorang menggunakan kata kerja opbellen (menelpon). Kalau tanpa kata kerja modal: “Ik bel je op” (Aku menelponmu).
Kalau memakai kata kerja modal: “Ik wil je vandaag opbellen” (Aku ingin menelponmu hari ini).

Bagaimana, gampang, kan? 😀

Menggunakan Kata Kerja Terbelah dalam Bentuk Lampau

Tantangan terakhir adalah saat kita harus mengubah kata kerja terbelah ke dalam bentuk lampau atau perfectum. Dalam pembentukan partisip masa lalu, imbuhan ge- yang biasanya di depan, kini harus kita sisipkan di antara awalan dan kata kerja dasar. Ibaratkan seperti sandwich dengan imbuhan ge- di tengahnya.

Contoh, kata kerja schoonmaken dalam bentuk lampau akan menjadi schoongemaakt. Yuk, liat contoh kalimatnya, “Ik heb de keuken schoongemaakt” (Aku telah membersihkan dapur).

Contoh lainnya, opstaan menjadi opgestaan. “Ik ben vroeg opgestaan” (Aku telah bangun gasik).

Aturan ini berlaku di semua kata kerja gabungan bahasa Belanda. Gampang, kan? 🙂

Semoga artikel ini membantu, ya! 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *