Sadar gak sih, saat menyusun kalimat tanya dalam bahasa Belanda, pasti ada aja struktur unik dan tak biasa yang harus kita ikuti. Salah satu tantangan terbesar para pembelajar adalah membuat kalimat tanya yang di gabungkan dengan kata depan atau preposisi.
Dalam banyak bahasa lain, kita mungkin terbiasa menggunakan kata “apa” yang di ikuti kata preposisi untuk menanyakan sesuatu yang bersifat benda mati. Namun, dalam bahasa Belanda, kita memiliki sistem khusus yang menggabungkan preposisi dengan kata waar untuk membentuk satu kata tanya baru.
Nah, bagaimanakah cara menyusun kalimat tanya tersebut? Yuk, baca sampai habis artikel ini!
Pembentukan Kata Tanya Gabungan Waar

Konsep utama yang perlu kamu ketahui adalah bahwa kata tanya wat (apa) tidak boleh di ikuti kata preposisi. Jika kamu ingin menanyakan “dengan apa?” atau “tentang apa?” kamu harus mengganti kata wat dengan waar. Setelah itu, kamu cukup menambahkan preposisi tepat setelah kata waar. Contoh yang paling sering adalah gabungan kata waar dengan preposisi met, “waarmee”.
Yuk, perhatikan kalimat tanya ini, “Waarmee schrijf je?” (Dengan apa kamu menulis?). Di sini, waarmee menggantikan struktur met dan wat yang tak baku untuk merujuk pada kata benda mati.
Perubahan ini juga berlaku pada preposisi lain, seperti “op” (di atas) yang berubah menjadi kata waarop. Contoh, “Waarop wacht je?” (Apa yang sedang kamu tunggu?).
Bagaimana, gampang, kan? 😀
Variasi Waarnaar dan Waarover dalam Konteks

Selain waarmee, terdapat pula variasi lain yang sering kali muncul pada percakapan sehari-hari. Kata waarnaar bisa kita gunakan ketika kamu ingin menanyakan tujuan atau objek dari sebuah pencarian yang seseorang sedang lakukan. Contoh, “Waarnaar kijk je?” (Apa yang sedang kamu lihat?). Di sini, preposisi naar merujuk pada tindakan melihat yang subjek tersebut lakukan.
Contoh lainnya adalah kata waarover, yang kita gunakan untuk menanyakan topik pembicaraan atau subjek dari sebuah diskusi. Contoh, “Waarover praten jullie?” (Apa yang sedang kalian bicarakan?).
Perbedaan Antara Waarom & Waarvoor
Banyak pembelajar sering kali bingung dalam membedakan penggunaan kata waarom (mengapa) dan kata tanya waarvoor (untuk apa?). Meskipun keduanya terlihat mirip, namun mereka memiliki fungsi berbeda, lho!
Kata waarom kita gunakan untuk menanyakan alasan atau penyebab di balik sebuah peristiwa yang telah atau sedang terjadi. Contoh, “Waarom ben je te laat?” (Mengapa kamu telat?).
Di sisi lain, kata waarvoor kita gunakan untuk menanyakan tujuan atau kegunaan dari suatu benda atau tindakan yang seseorang lakukan. Contoh, “Waarvoor is dit gereedschap?” (Untuk apa alat ini digunakan?) yang menanyakan fungsi dari benda tersebut.
Nah, paham kan sekarang? Menguasai kata tanya yang digabungkan dengan preposisi akan mengubah caramu dalam berinteraksi menjadi lebih luwes dan alami.

