Dana Darurat vs Investasi, Mana yang Harus Menjadi Prioritas Utama Kamu?

Dana Darurat vs Investasi, Mana yang Harus Menjadi Prioritas Utama Kamu

Sering kali kita terjebak dalam dilema antara ingin segera melipatgandakan uang melalui investasi atau menyimpannya sebagai cadangan untuk hal-hal tak terduga. Di tengah banyaknya tren investasi saham, kripto, hingga reksa dana, banyak orang merasa tertinggal (FOMO) jika tidak segera menaruh uang mereka di instrumen yang sedang naik daun. Namun, sebelum kamu melangkah terlalu jauh, kamu harus menjawab satu pertanyaan ini, mana yang lebih penting, keamanan hari ini atau kekayaan di masa depan?

Dana Darurat dan Investasi

Dana Darurat dan Investasi

Sebelum menentukan pilihan, kita perlu memahami fungsi masing-masing pilar ini. Dana darurat merupakan uang tunai yang kamu sisihkan khusus untuk menutupi biaya tak terduga… Kamu harus bisa mengaksesnya dengan mudah dan memastikannya aman dari risiko penurunan nilai.

Di sisi lain, investasi adalah upaya menanamkan modal pada instrumen tertentu dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Jika dana darurat menjadi “payung” saat hujan, investasi menjadi “pohon buah” yang menjanjikan hasil dalam jangka panjang. Namun, setiap investasi selalu membawa risiko, di mana nilai modal kamu bisa naik maupun turun sewaktu-waktu.

Mengapa Dana Darurat Harus Menjadi Pondasi?

Mengapa Dana Darurat Harus Menjadi Pondasi

Coba kamu bayangkan skenario ini, kamu menginvestasikan seluruh tabunganmu ke pasar saham. Tiba-tiba, terjadi krisis ekonomi yang membuat nilai sahammu turun 30%, dan di saat yang sama, perusahaan tempat kamu bekerja melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Tanpa dana darurat, kamu terpaksa menjual investasimu di harga rendah (rugi) hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Inilah alasan mengapa dana darurat harus selalu didahulukan.

Mencegah Utang
Saat terjadi keadaan darurat, kamu tidak perlu meminjam uang atau menggunakan kartu kredit dengan bunga tinggi.

Ketenangan Mental
Ketika mengetahui bahwa kamu memiliki cadangan biaya hidup untuk beberapa bulan ke depan memberikan ketenangan batin yang luar biasa saat bekerja maupun berinvestasi.

Menjaga Investasi Tetap Utuh
Dengan adanya dana darurat, kamu tidak akan pernah terpaksa mencairkan investasi jangka panjang saat pasar sedang buruk.

Kapan Waktunya Mulai Berinvestasi?

Kapan Waktunya Mulai Berinvestasi

Investasi tetap penting karena nilai uang kita akan tergerus inflasi jika hanya didiamkan di tabungan biasa. Kamu bisa mulai berinvestasi secara serius ketika,

  1. Utang Konsumtif Sudah Lunas
    Jangan berinvestasi jika kamu masih memiliki utang kartu kredit dengan bunga 20% per tahun, karena imbal hasil investasi jarang yang bisa melampaui bunga utang tersebut.
  2. Dana Darurat Minimum Terpenuhi
    Setidaknya miliki cadangan biaya hidup untuk 3 bulan sebelum mulai melirik instrumen investasi yang lebih berisiko.

Perbandingan Dana Darurat dan investasi

Perbandingan Dana Darurat dan investasi

Jalur Tengah

Jalur Tengah

Jika kamu merasa tidak sabar untuk mulai berinvestasi, kamu bisa menggunakan metode paralel. Misalnya, dari total uang yang bisa kamu simpan setiap bulan, alokasikan 80% untuk membangun dana darurat hingga mencapai target, dan 20% untuk mulai belajar berinvestasi di instrumen rendah risiko seperti reksa dana pasar uang. Dengan cara ini, kamu tetap membangun perlindungan sambil mulai membiasakan diri dengan ekosistem investasi.

Kesimpulan

Strategi dana darurat dan investasi ini menarik karena kamu bisa menyesuaikan keunikannya dengan profil risiko masing-masing. Tidak ada aturan baku yang sama untuk semua orang, karena kebutuhan setiap individu berbeda. Fokus utamanya adalah menciptakan rasa aman sebelum mengejar keuntungan besar.

Kamu bisa mulai melakukan evaluasi pengeluaran secara mandiri menggunakan aplikasi pencatat keuangan yang banyak tersedia. Karena kondisi ekonomi tidak selalu stabil, mending kamu atur jadwal untuk meninjau keuanganmu setiap bulan biar nggak kaget saat ada pengeluaran mendadak.

Selain untuk mengamankan masa depan, memiliki perencanaan keuangan yang rapi juga sangat memuaskan secara mental. Kamu bisa “hunting” instrumen investasi yang paling cocok dengan karaktermu, mulai dari yang konservatif hingga yang progresif. Jadi selain menambah pundi-pundi uang, kamu juga bisa pulang dengan rasa bangga karena telah berhasil mengatur hidupmu dengan lebih bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *