Coba kamu bayangkan, capek-capek menghafal 50 kosa kata dalam sehari, eh malah seminggu kemudian kamu cuman ingat 5 kosa kata di antaranya. Mengapa? Ini karena otak kita akan membuang informasi yang dianggap “sampah” atau informasi yang tidak memiliki hubungan emosional dengan kehidupan sehari-hari kita.
Kunci utama dalam memperluas kosa kata adalah seberapa sering kamu melihat kata tersebut dalam konteks yang nyata. Jika kamu berpindah dari metode hafalan ke metode akuisisi alami, kamu akan mendapati bahwa kosa kata-mu bertambah dengan sendirinya tanpa merasa sedang “belajar” dengan keras.
Belajar Melalui Konten yang Disukai

Cara termudah untuk mendapatkan kosakata baru adalah melalui input yang menyenangkan. Jika kamu menyukai film, tontonlah film tanpa subtitle bahasa Indonesia. Gunakan subtitle bahasa Inggris agar telinga dan mata kamu bekerja bersamaan.
1. Membaca Sesuai Level:
Jangan langsung membaca jurnal ilmiah jika kamu masih di level dasar. Mulailah dengan komik, artikel blog tentang hobimu, atau buku cerita anak. Memahami 70-80% isi bacaan tanpa kamus akan membuat otak lebih mudah menebak arti 20% kata baru lainnya secara otomatis.
2. Teknik ‘Pause and Note’:
Saat kamu menemukan kata yang muncul berulang kali namun kamu tidak tahu artinya, hentikan sejenak dan catat. Kata yang muncul berulang kali biasanya adalah kata yang sangat berguna dalam percakapan sehari-hari.
Sistem Repetisi Berjarak

Menghafal sekali tidaklah cukup. Otak kita memiliki “kurva lupa” (forgetting curve). Agar kata baru masuk ke memori jangka panjang, kamu perlu menemuinya kembali tepat di saat kamu hampir melupakannya.
Gunakan aplikasi seperti Anki atau Quizlet. Alih-alih menulis daftar panjang di buku, masukkan satu kata baru beserta contoh kalimatnya ke dalam aplikasi tersebut. Aplikasi ini menggunakan algoritma cerdas yang akan memunculkan kembali kata tersebut di interval waktu tertentu (misalnya setelah 1 hari, 3 hari, hingga 10 hari) sampai kamu benar-benar hafal di luar kepala.
Hubungkan dengan Objek Fisik

Otak manusia sangat visual. Jika kamu sedang belajar di rumah, cobalah teknik labeling. Tempelkan sticky notes pada benda-benda di sekitarmu dengan nama bahasa Inggrisnya.
Namun, jangan hanya menulis nama bendanya. Tambahkan kata sifat atau kata kerja. Misalnya, pada cermin jangan hanya tulis “Mirror”, tapi tulis “Look at the shiny mirror”. Dengan melihat label ini setiap hari, kosakata tersebut akan melekat secara permanen tanpa usaha sadar untuk menghafal.
Aktifkan Melalui Self-talk

Ada perbedaan besar antara mengetahui arti sebuah kata (kosakata pasif) dan mampu menggunakannya saat bicara (kosakata aktif). Cara terbaik untuk mengubah kosakata pasif menjadi aktif adalah dengan berbicara pada diri sendiri (self-talk).
Cobalah untuk menarasikan aktivitas harianmu dalam bahasa Inggris. “Now I am making a cup of coffee. The aroma is very soothing.” Jika kamu menemukan kata yang kamu tidak tahu bahasa Inggrisnya (misal: “mengaduk”), itulah saatnya kamu membuka kamus. Kata yang dicari karena kebutuhan mendesak seperti ini biasanya akan menempel jauh lebih lama di ingatan.
Kesimpulan
Hal paling menarik dari metode ini adalah kamu bisa melakukannya secara gratis dan kapan saja. Tidak ada biaya berlangganan mahal atau buku tebal yang perlu dibeli. Kamu hanya butuh rasa ingin tahu dan konsistensi untuk mempraktikkannya dalam aktivitas sehari-hari. Metode ini sangat cocok untuk kamu yang sibuk namun tetap ingin meningkatkan skill bahasa Inggris tanpa harus merasa tertekan oleh tumpukan tugas.
Untuk hasil maksimal, kamu tidak perlu mengatur jadwal belajar yang sangat kaku. Cukup sediakan waktu 15–20 menit setiap hari untuk membaca atau menonton konten bahasa Inggris. Konsistensi kecil setiap hari jauh lebih baik daripada belajar 5 jam sekaligus namun hanya dilakukan sebulan sekali.
Kamu juga bisa menjadikan proses belajar ini sebagai ajang “hunting” inspirasi baru yang bisa kamu bagikan ke teman-teman atau kolega di kantor agar terlihat lebih pro dan berwawasan luas.

